Bulan Ramadan merupakan bulan yang kehadirannya senantiasa dinantikan  setiap muslim. Awal memasuki bulan Rajab, banyak orang berkata, “Sebentar lagi Ramadan.”perkataan yang tanpa sadar telah sedikit menganaktirikan bulan Sya’ban ini kerap muncul dalam dialog. Padahal di dalam bulan Sya’ban itu sendiri terdapat Nishfu Sya’ban, malam dilaporkannya seluruh amal kita selama satu tahun. Tradisi orang Jawa yang membuat makanan khas bernama “apem” yang konon katanya berasal dari kata ” ‘afwun ” dan juga “puli” berasal dari kata ” al ‘afwu ly ” yang kemudian disinkronisasi dengan acara “kintun dungo”  masih berlangsung di sebagian daerah di Pulau Jawa.


Kedatangan bulan suci Ramadan disambut gembira dengan berbondong-bondong salat tarawih di masjid. Tak pelak jika suasana masjid terasa berbeda jauh dari hari biasa. Jikalau biasanya jama’ah Shubuh hanya ada dua sampai tiga shaf, maka tanpa komando shaf itu akan penuh terisi hingga hitungan ke sepuluh. Kegiatan tadarus mingguan pun menjadi harian. Begitu pula dengan pengajian kitab kuning. Watak-watak yang semula keras, pemarah tiba-tiba mencair dan luluh. Entah karena menahan lapar, atau memang kesadaran pribadi, namun yang pasti Ramadan telah menjadi jembatan ujian dimana setiap muslim dilatih untuk mengendalikan nafsunya.

Ukhuwah Islamiyah makin terasa eratnya dengan adanya perkumpulan kaum muslimin di setiap kegiatan yang dilangsungkan di bulan yang penuh berkah. Malam nuzulul Qur’an yang jatuh pada tanggal 17 Ramadan diperingati dengan menyelenggarakan pengajian umum. Lembaga-lembaga muslim, instansi, perusahan maupun individu yang memiliki sikap kedermawanan  tinggi berlomba-lomba untuk menggelar acara “buka bersama”. Acara ini terkadang lebih difokuskan kepada mereka kaum dhuafa dan anak jalanan. Indahnya kebersamaan Ramadan semakin sayang untuk ditinggalkan dikala memasuki sepuluh hari terakhir. Malam dimana umat Islam semakin berlomba-lomba meraup dolar pahala Lailatul Qadar yang waktunya dirahasiakan. Di sepuluh hari terakhir inilah kegiatan sosial seperti santunan yatim piatu dan pembagian zakat fitrah diselenggarakan. Malam buka puasa terakhir diliputi suasana meriah takbir berkumandang. Muslim, muslimah, tua, muda, besar, kecil ikut merasakan syahdunya lafadh Allah yang dikumandangkan bersahut-sahutan. Ramadan karim, kami selalu merindukanmu ^_*

Kudus, 28 Ramadan 1431 H

Iklan