Archive for September, 2010


Iklan

Taqabbalallahu minna wa minkum, wa shiyamana wa shiyamakum.
Minal ‘aidin wal faizin.
Mohon maaf lahir dan batin.
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H.

Idul fitri identik dengan sholat Id dan silaturrahim. Tak heran jika setiap rumah tersulap menjadi surga makanan. Kali ini Idul Fitri bertepatan dengan hari Jumat. Namun tak berarti ada dispensasi untuk menggugurkan Shalat Jumat bagi kaum Adam. Di zaman yang serba modern, ditunjang dengan kecanggihan teknologi, semuanya menjadikan yang berat menjadi ringan dan yang sukar menjadi mudah. Sejauh apapun jarak masjid yang digunakan untuk shalat Jumat, namun tak memerlukan waktu yang panjang. Sehingga meskipun Idul Fitri kali ini bertepatan dengan hari Jumat, namun Shalat Jumat tetap dilaksanakan. Subhanallah betapa indahnya sehari terdapat dua khutbah. Yang artinya semakin banyak ilmu yang kita timba.

Budaya silaturrahim menjadi agenda terpenting di bulan Syawwal. Indahnya pertemuan sanak saudara, kerabat, tetangga, teman, bahkan famili jauh pun berusaha meluangkan waktunya untuk berbagi kebahagiaan di hari yang fitri.

Yang perlu disikapi di sini adalah adab, sopan-santun, dan tata krama bersilaturrahim. Orang Jawa menyebutnya sebagai “sowan”. Kegiatan sowan ini hendaknya dilakukan dengan “cekak aos”. Maksudnya adalah tidak terlalu lama berdialog di rumah si empunya.

Seringkali si empu rumah mengatakan “monggo di dugekake”. Itu artinya tamu yang sowan harus tahu diri untuk segera menutup dialog dan lekas bersalaman lalu pulang.

Akan tetapi, dewasa ini banyak generasi muda yang tak mengerti akan sopan santun yang harus diterapkan ketika sowan. Tak heran jikalau kebanyakan dari mereka berlama-lama dalam dialog, bahkan bersenda gurau.

Penghargaan Negeri ramah tamah kepada Indonesia makin lama makin aus, bahkan tak terdengar. Bagaimana tidak, jikalau generasi mudanya sendiri telah melupakan apa yang menjadi warisan kepribadian nenek moyang.

Tak ada yang patut disalahkan, kecuali diri sendiri untuk memperbaiki keadaan. Hendaknya berusaha untuk tetap melestarikan norma kesopanan “tepa selira” yang telah dipupuk oleh nenek moyang.

Kudus is a city in north Central Java 52 km from semarang. Kudus’ society is hard workers, everyday they go in early morning and go home late. At night, many people still work in their work place.

Kudus is an educational city. There are many Primary Schools, Junior High Schools, Senior High Schools, dormitories and universities such UMK and STAIN.

Kudus’ society is a religious society. There is Menara Kudus Mosque, according to the ancient inscription in the Mosque, we can see that Menara Kudus Mosque was built in 956 H / 1549 M by Sayeed Ja3far Al Sade9.

In Kudus city there are many industries was built. Such us embroidery home industries, which produces souvenir, cloth, dress, women’s praying-reil, table cloth, etc. There are some big cigarette industries such us Djarum, Jambu Bol, Sukun, Nojorono, etc.

The original food from Kudus is Soto Kudus, Sate Kudus, Jenang Kudus and Bandeng Presto. Don’t forget do buy it when you are going to Kudus.

*keTika_riNdu *

aku dan dia

beRbeda keBangsaan

namun….berpRinsip sama ^-*

hingga… karena tugas besaR

aku offLine sejenak dari Facebook

minggu pertama

jadwaLku offLine..

aku sungguh meRindukannya..

kukiRimkan sebuah sms..

berLanjut minggu kedua

kuLakukan haL senada..

namun…….

betapa sedihnya aku..

dua sms dengan taRif seLangit itu…..

teRnyata FAILED

ya Rabb…….

ia pun tak bias kuhubungi

aku muLai takut……

was-was….

mungkinkah haL buRuk ..

menimpanya…

atau…

ah……..tidak!!!!!!!

kubuang pikiRan negatif itu

sedangkan aku sendiri

sangat tak mungkin beRkhianat

pada diRiku

untuk meLihat dindingnya

ya…. aku teLah beRjanji offline

pikiRanku mulai kacau

ya…….aku sedang ditimpa

penyakit Rindu…..

ya Rabb… kuatkanLah daku 😥

hanya bisa beRdoa..

semoga engkau tetap

daLam LindunganNYA, kawan…….

——————————–

soRe itu

penat…

aku menghadap monitoR

kutuntaskan tugas akhiR..

leLah…

tegang..

tiba-tiba…

si imut beRdeRing

+9xxx memanggiL

ya Rabb…….

sahabatku ….

menghubungiku..

dalam peRjaLannan sucinya..

di kota keLahiRan Nabi KhoiRul Anbiya’

…….

1800 detik kami beRbincang.

subhanaLLah.

sungguh indah …..

tetapkanlah jaLinan ini

atas dasaR cinta kami padamu Rabby.

hingga suatu saat.

kami . beRdampingan

amiiiiin ya Rabb ^_*

6 Rajab 1431 H

Husna_Central Java

Ramadan Kareem

Bulan Ramadan merupakan bulan yang kehadirannya senantiasa dinantikan  setiap muslim. Awal memasuki bulan Rajab, banyak orang berkata, “Sebentar lagi Ramadan.”perkataan yang tanpa sadar telah sedikit menganaktirikan bulan Sya’ban ini kerap muncul dalam dialog. Padahal di dalam bulan Sya’ban itu sendiri terdapat Nishfu Sya’ban, malam dilaporkannya seluruh amal kita selama satu tahun. Tradisi orang Jawa yang membuat makanan khas bernama “apem” yang konon katanya berasal dari kata ” ‘afwun ” dan juga “puli” berasal dari kata ” al ‘afwu ly ” yang kemudian disinkronisasi dengan acara “kintun dungo”  masih berlangsung di sebagian daerah di Pulau Jawa.


Kedatangan bulan suci Ramadan disambut gembira dengan berbondong-bondong salat tarawih di masjid. Tak pelak jika suasana masjid terasa berbeda jauh dari hari biasa. Jikalau biasanya jama’ah Shubuh hanya ada dua sampai tiga shaf, maka tanpa komando shaf itu akan penuh terisi hingga hitungan ke sepuluh. Kegiatan tadarus mingguan pun menjadi harian. Begitu pula dengan pengajian kitab kuning. Watak-watak yang semula keras, pemarah tiba-tiba mencair dan luluh. Entah karena menahan lapar, atau memang kesadaran pribadi, namun yang pasti Ramadan telah menjadi jembatan ujian dimana setiap muslim dilatih untuk mengendalikan nafsunya.

Ukhuwah Islamiyah makin terasa eratnya dengan adanya perkumpulan kaum muslimin di setiap kegiatan yang dilangsungkan di bulan yang penuh berkah. Malam nuzulul Qur’an yang jatuh pada tanggal 17 Ramadan diperingati dengan menyelenggarakan pengajian umum. Lembaga-lembaga muslim, instansi, perusahan maupun individu yang memiliki sikap kedermawanan  tinggi berlomba-lomba untuk menggelar acara “buka bersama”. Acara ini terkadang lebih difokuskan kepada mereka kaum dhuafa dan anak jalanan. Indahnya kebersamaan Ramadan semakin sayang untuk ditinggalkan dikala memasuki sepuluh hari terakhir. Malam dimana umat Islam semakin berlomba-lomba meraup dolar pahala Lailatul Qadar yang waktunya dirahasiakan. Di sepuluh hari terakhir inilah kegiatan sosial seperti santunan yatim piatu dan pembagian zakat fitrah diselenggarakan. Malam buka puasa terakhir diliputi suasana meriah takbir berkumandang. Muslim, muslimah, tua, muda, besar, kecil ikut merasakan syahdunya lafadh Allah yang dikumandangkan bersahut-sahutan. Ramadan karim, kami selalu merindukanmu ^_*

Kudus, 28 Ramadan 1431 H